Ketika seorang
muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang
bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak
sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses
taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.
Berikut ini
sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam
perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.
Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon
kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi
saya.
Inilah kabar
gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai
saudaraku...
11.
"Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula)". (An Nuur :
26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka
perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah
laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan
hanya yang baik buat kita. Amin.
22.
"Dan
kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak
(berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika
mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah
Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)
Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan
bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya
pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap
ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang
mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, "apa cukup
untuk berkeluarga dengan gaji sekian?".
Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu
untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu
ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk
memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.
Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan
menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda
bertambah - dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya - maka
Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di
masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah,
kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?
33.
"Ada
tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi
sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang
yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah
hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga
kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan
penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan
pertolongan Allah itu pasti datang.
44.
"Dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (Ar Ruum : 21)
55.
"Dan
Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina' ". (Al Mu'min : 60)
Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa
kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita
berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut,
dst.
Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya
doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri,
menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.
Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam
berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir
dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan
iqamah, pada waktu turun hujan, dll.
Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa.
Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan
berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dll.
Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini
keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah
Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.
Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang
maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang
ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh
Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
"Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun,
lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama
empat puluh malam". (Hadits
shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, "Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu." (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).
Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
"Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet)
itu adalah (hukumnya) syirik." (Hadits
shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).
66.
"Mintalah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat". (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat.
Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai
dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai
Sunnahnya dan terbebas dari bid'ah-bid'ah.
77.
"Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan". (Alam
Nasyrah : 5 - 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh
yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus
tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada
kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.
88.
"Hai orang-orang
yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (Muhammad : 7)
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta'ala menolong kita, maka kita
tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran
dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu
penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
99.
"Sesungguhnya
Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah
benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (Al Hajj : 40)
110. "Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu
amat dekat". (Al Baqarah
: 214)
Itulah janji
Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum
mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar
buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus
ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa
ragu dengan janji Allah?
Sumber :
http://www.dudung.net/artikel-islami/janji-allah-bagi-anda-yang-akan-menikah.html







0 komentar:
Post a Comment
Tinggalkan pesan,saran dan kritik terhadap blog saya ini. Semoga bisa bermanfaat...aamiin..