Aku menatapmu dalam diam, hingga tak mampu menahan air mataku..
Terima kasih kau telah berjuang untuk istri juga anakmu..
Terima kasih kau telah rela setiap hari mengayunkan kaki, melangkah mencari rezeki..
Terima kasih kau tak pernah lelah untuk membahagiakan kami.
Maafkan aku yang selalu mencurigaimu..
Maafkan aku tidak baik dalam melayanimu..
Maafkan aku masih saja tidak menuruti perintahmu.
Wajah penatmu..
Tapi sangat jarang aku mendengarkan kata lelah dari mulutmu..
Sangat jarang aku mendengar keluh kesahmu dalam bekerja..
Tak seperti aku istrimu, setiap hari selalu saja mengadu padamu, pegel, capek, pusing, inilah, itulah..
Membahagiakan hingga ke Jannah-Nya..
Suamiku, doa terbaikku selalu tertuju untukmu..
Semoga Allah selalu melindungi setiap langkahmu..
Semoga Allah selalu melimpahkan kasih sayang-Nya untukmu.











